Cipta Karya Percepat Program Prioritas Nasional

oleh Admin


Posted on 2018-01-22



Hasil review Renstra, terdapat perubahan target capaian periode 2015-2019 yang meliputi, perencanaan, pemrograman, dan pengendalian infrastruktur bidang Cipta Karya, peningkatan kontribusi pemenuhan air minum yang layak bagi masyarakat, peningkatan kontribusi pengembangan kawasan permukiman yang layak huni bagi masyarakat, peningkatan kontribusi pemenuhan sanitasi yang layak bagi masyarakat dan peningkatan kontribusi penyelenggaraan bangunan gedung serta penataan bangunan dan lingkungan, dan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2018 di lingkungan Ditjen Cipta Karya, Senin (22/1/2018) di Jakarta.

Sementara, alokasi anggaran Ditjen Cipta Karya tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp. 16,1 triliun, yang akan digunakan untuk mempercepat penyelesaian program-program prioritas nasional dan pemenuhan target Renstra 2015 – 2019. "Infrastruktur yang kita bangun harus berkualitas, fungsional, bermanfaat bagi masyarakat dan siap untuk dibanggakan," tegas Sri Hartoyo.

Sri Hartoyo menjelaskan, alokasi anggaran Ditjen Cipta Karya tahun 2018 ini ditargetkan untuk mampu mendorong pencapaian target Gerakan 100-0-100 melalui penambahan kapasitas layanan air minum sebesar 3.435 liter/detik, penanganan air limbah untuk 489.489 KK, pelayanan sistem persampahan untuk 1.584.789 KK dan penanganan 1.991 hektar permukiman kumuh di kawasan perkotaan. Beberapa program prioritas nasional yang perlu menjadi perhatian antara lain, kontrak tahun jamak sebesar Rp. 2,18 triliun untuk pembangunan SPAM Regional seperti Durolis, Petanglong, Kartamantul, Umbulan, Mojolamong, dan pembangunan TPA Regional yaitu Banjar Bakula dan Sarbagita. Direktif Presiden sebesar Rp. 2,63 triliun untuk pembangunan 10 KSPN, dukungan Asian Games, pembangunan 7 PLBN tahap 2 dan 1 PLBN baru, dan penanganan 10 kawasan kumuh nelayan. Komitmen Kementerian PUPR sebesar Rp. 2,30 triliun untuk rehabilitasi penanganan kawasan Kota Lama Semarang, rehabilitasi Pasar Bukit Tinggi, penataan 12 kawasan Kebun Raya, pembangunan SPAM Pulau Enggano dan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat sebesar Rp. 3,04 triliun untuk KOTAKU, PISEW, Pamsimas, Sanimas dan TPS 3R.

Alokasi pelaksanaan program padat karya Ditjen Cipta Karya TA 2018 yaitu sebesar Rp. 3.550,7 miliar. Untuk program PISEW Rp. 540 miliar dengan 900 kecamatan, program KOTAKU Rp. 1.535,8 miliar 1,602 kelurahan, Sanimas Rp. 167 miliar 379lokasi, TPS 3R Rp. 46,1 miliar dengan 81 lokasi dan Pamsimas Rp. 1.261,8 miliar 5.150 lokasi.

Sri Hartoyo menambahkan, kegiatan program padat karya Ditjen Cipta Karya TA 2018, meliputi pertama kegiatan start-up yaitu 12 lokasi di 12 kabupaten, dengan kriteria jumlah petani dan jumlah pelaksana kegiatan cukup signifikan dalam satu lokasi desa, serta adanya integrasi kegiatan padat karya antar unit organisasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada satu lokasi yang sama, kedua penanganan stunting yaitu tahap I yaitu 100 lokasi di 10 kabupaten prioritas usulan Setkab, dengan kriteria diantaranya tidak ada pelaksanaan Pilkada di tahun 2018 dan tahap II yaitu 900 lokasi di 90 kabupaten usulan Setkab.(kompuck)